Welcome to our online store

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus. Duis cursus egestas hendrerit. Fusce luctus risus id elit malesuada ac sagittis magna tempus. Sed egestas fringilla turpis at ullamcorper. Pellentesque adipiscing ornare cursus.
Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Tips Kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Kamera. Tampilkan semua postingan
Mengenal Fungsi Stabilizer Kamera Lensa DSLR

Mengenal Fungsi Stabilizer Kamera Lensa DSLR

Berbicara tentang lensa kamera DSLR, ada beberapa poin yang harus Anda ketahui, di antaranya adalah kualitas optik, diafragma, AutoFocus, mount, dan stabilizer. Semua penting termasuk stabilizer kamera yang biasanya memiliki nama berbeda tergantung merek lensa. Lalu, apa fungsi stabilizer lensa tersebut? khususnya lensa kamera DSLR?

Stabilizer kamera atau sering disebut Image Stabilizer, merupakan sebuah teknologi yang diterapkan khusus untuk mengurangi keburaman gambar dari kamera. Meski lebih dikenal terdapat pada lensa kamera, namun stabilizer sebenarnya juga digunakan pada peralatan teropong, kamera video dan teleskop.

Stabilizer tradisional adalah menggunakan tripod atau penyangga lain karena keburaman foto sering terjadi karena goncangan dari kamera. Hal ini terjadi karena tangan manusia sebenarnya tidak benar-benar kokoh dan tenang dalam memegang kamera. Secara umum produsen lensa memberi bocoran bahwa prinsip kerja fitur stabilizer lensa adalah dengan mengandalkan sebuah gyrosensor yang sanggup mendeteksi getaran pada kamera. Kemudian mekanik ini melakukan kompensasi secara mekanik guna meredam getaran itu.

Namun perlu diketahui juga bahwa ada dua versi kompensasi mekanik diantaranya adalah prinsip lens-shift yang menambahkan elemen stabilizer pada lensa atau sensor-shift dimana stabilizer dipadukan pada sensor. Jadi prinsip lens-shitt adalah mekanik dari fungsi stabilizer lensa secara umum dan banyak dijumpai.

Anda bisa melihat di sisi lensa DSLR yang memang memiliki fitur stabilizer, akan telrihat tuas berkode VR atau IS atau VC atau OS dan lain-lain sesuai produk. Itulah tuas stabilizer.

Manfaat Utama

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, stabilizer lensa berpengaruh pada kualitas foto meski terkadang tidak terlalu siginifikan. Stabilizer akan sangat dibutuhkan ketika kita memotret menggunakan kecepatan rana rendah ditambah saat menggunakan panjang fokal maksimal, terutama lensa tele. Karena pada kondisi begitu tangan sepertinya sangat terlihat ketidakstabilannya dan berpotensi mengganggu akibat goncangan yang ditimbulkan.


Stabilizer menjadi “mesin” penyelamat foto Anda agar tetap tajam dalam penggunaan yang wajar. Salah satu kasus sebagai contoh, Anda bisa tetap stabil menggunakan shutter speed 1/125 pada fokal 100mm. Namun ketika menggunakan shutter speed 1/60 pada fokal 100mm goncangan akan cukup mengganggu hasil foto. Nah, jika Anda menggunakan lensa yang memiliki stabilizer, pada kondisi demikian foto tidak akan begitu mengalami keburaman dengan catatan objek foto juga tidak bergerak aktif. Secara teoristis,  teknologi Stabilizer dianggap mampu menghemat exposure sebanyak empat stop. Jadi itulah fungsi stabilizer lensa. Sebagai pengingat pula, Aperture tidak terpengaruh dengan goncangan.

Penamaan Stabilizer

Untuk brand lensa-lensa dan kamera terkenal biasanya menamai sistem stabilizer dengan nama-nama berbeda. Berikut ini daftarnya

VR (Vibration Reduction) penamaan dari Nikon yang sudah dirancang sejak 1994.
IS (Image Stabilizer) penamaan dari Canon yang sudah dirancang sejak 1995
OS (Optical Stabilizer) penamaan dari Sigma (produsen lensa).
VC (Vibration Compensation) penamaan dari Tamron (produsen lensa).
SR (Shake Reduction) penamaan dari Pentax
Dan masih banyak penamaan lain sesuai dengan perushaaan pembuatnya. Namun pada era modern saat ini, beberapa produsen lensa terkenal melakukan inovasi dengan memberikan fitur stabilizer double. Sebagai contoh VR II dimana tuas stabilizer dapat diatur off, VR I dan VR II dengan kemampuan yang lebih baik lagi. Pada lensa Canon ada teknologi terbaru bernama Hybrid IS yang berfungsi mengatasi goncangan saat melakukan foto makro. Pada Nikon terdapat mode Active yang bisa dimanfaatkan ketika kita sedang berada di kendaraan atau sedang berlari.

FAQ tentang Stabilizer

Berikut ini adalah pertanyaan dan jawaban yang sering dilontarkan tentang stabilizer, diantaranya adalah:

1. Kapan stabilizer mulai bekerja? stabilizer mulai bekerja saat tombol rana ditekan setengah saat mengunci fokus. Pada saat itulah stabilizer bekerja dan berusaha meredam goncangan.
2. Apakah stabilizer membuat kita bisa seenaknya menggerakan tangan? Tidak sepenuhnya demikian karena posisi tubuh dan tangan yang sudah berada pada diam serta stabil memungkinkan stabilizer akan bekerja lebih optimal.
3. Bagaimana jika menggunakan shutter speed sangat rendah? Pada pengaturan kecepatan rana yang rendah membuat kinerja stabilizer kian semakin berat. Alhasil pada kondisi ini fitur stabilizer menjadi tidak ada gunanya, dan Anda sangat membutuhkan tripod.



Yang pasti lensa dengan fitur stabilizer memiliki harga yang lebih mahal dibanding tanpa stabilizer. Bahkan beberapa lensa memiliki harga yang terpaut sangat jauh. Selain itu juga akan lebih boros baterai karena stabilizer memiliki mekanik yang dijalankan dengan power baterai. [ALX]

sumber : http://portal.paseban.com/review/148761/stabilizer-kamera
Berbicara tentang lensa kamera DSLR, ada beberapa poin yang harus Anda ketahui, di antaranya adalah kualitas optik, diafragma, AutoFocus, mount, dan stabilizer. Semua penting termasuk stabilizer kamera yang biasanya memiliki nama berbeda tergantung merek lensa. Lalu, apa fungsi stabilizer lensa tersebut? khususnya lensa kamera DSLR?

Stabilizer kamera atau sering disebut Image Stabilizer, merupakan sebuah teknologi yang diterapkan khusus untuk mengurangi keburaman gambar dari kamera. Meski lebih dikenal terdapat pada lensa kamera, namun stabilizer sebenarnya juga digunakan pada peralatan teropong, kamera video dan teleskop.

Stabilizer tradisional adalah menggunakan tripod atau penyangga lain karena keburaman foto sering terjadi karena goncangan dari kamera. Hal ini terjadi karena tangan manusia sebenarnya tidak benar-benar kokoh dan tenang dalam memegang kamera. Secara umum produsen lensa memberi bocoran bahwa prinsip kerja fitur stabilizer lensa adalah dengan mengandalkan sebuah gyrosensor yang sanggup mendeteksi getaran pada kamera. Kemudian mekanik ini melakukan kompensasi secara mekanik guna meredam getaran itu.

Namun perlu diketahui juga bahwa ada dua versi kompensasi mekanik diantaranya adalah prinsip lens-shift yang menambahkan elemen stabilizer pada lensa atau sensor-shift dimana stabilizer dipadukan pada sensor. Jadi prinsip lens-shitt adalah mekanik dari fungsi stabilizer lensa secara umum dan banyak dijumpai.

Anda bisa melihat di sisi lensa DSLR yang memang memiliki fitur stabilizer, akan telrihat tuas berkode VR atau IS atau VC atau OS dan lain-lain sesuai produk. Itulah tuas stabilizer.

Manfaat Utama

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, stabilizer lensa berpengaruh pada kualitas foto meski terkadang tidak terlalu siginifikan. Stabilizer akan sangat dibutuhkan ketika kita memotret menggunakan kecepatan rana rendah ditambah saat menggunakan panjang fokal maksimal, terutama lensa tele. Karena pada kondisi begitu tangan sepertinya sangat terlihat ketidakstabilannya dan berpotensi mengganggu akibat goncangan yang ditimbulkan.


Stabilizer menjadi “mesin” penyelamat foto Anda agar tetap tajam dalam penggunaan yang wajar. Salah satu kasus sebagai contoh, Anda bisa tetap stabil menggunakan shutter speed 1/125 pada fokal 100mm. Namun ketika menggunakan shutter speed 1/60 pada fokal 100mm goncangan akan cukup mengganggu hasil foto. Nah, jika Anda menggunakan lensa yang memiliki stabilizer, pada kondisi demikian foto tidak akan begitu mengalami keburaman dengan catatan objek foto juga tidak bergerak aktif. Secara teoristis,  teknologi Stabilizer dianggap mampu menghemat exposure sebanyak empat stop. Jadi itulah fungsi stabilizer lensa. Sebagai pengingat pula, Aperture tidak terpengaruh dengan goncangan.

Penamaan Stabilizer

Untuk brand lensa-lensa dan kamera terkenal biasanya menamai sistem stabilizer dengan nama-nama berbeda. Berikut ini daftarnya

VR (Vibration Reduction) penamaan dari Nikon yang sudah dirancang sejak 1994.
IS (Image Stabilizer) penamaan dari Canon yang sudah dirancang sejak 1995
OS (Optical Stabilizer) penamaan dari Sigma (produsen lensa).
VC (Vibration Compensation) penamaan dari Tamron (produsen lensa).
SR (Shake Reduction) penamaan dari Pentax
Dan masih banyak penamaan lain sesuai dengan perushaaan pembuatnya. Namun pada era modern saat ini, beberapa produsen lensa terkenal melakukan inovasi dengan memberikan fitur stabilizer double. Sebagai contoh VR II dimana tuas stabilizer dapat diatur off, VR I dan VR II dengan kemampuan yang lebih baik lagi. Pada lensa Canon ada teknologi terbaru bernama Hybrid IS yang berfungsi mengatasi goncangan saat melakukan foto makro. Pada Nikon terdapat mode Active yang bisa dimanfaatkan ketika kita sedang berada di kendaraan atau sedang berlari.

FAQ tentang Stabilizer

Berikut ini adalah pertanyaan dan jawaban yang sering dilontarkan tentang stabilizer, diantaranya adalah:

1. Kapan stabilizer mulai bekerja? stabilizer mulai bekerja saat tombol rana ditekan setengah saat mengunci fokus. Pada saat itulah stabilizer bekerja dan berusaha meredam goncangan.
2. Apakah stabilizer membuat kita bisa seenaknya menggerakan tangan? Tidak sepenuhnya demikian karena posisi tubuh dan tangan yang sudah berada pada diam serta stabil memungkinkan stabilizer akan bekerja lebih optimal.
3. Bagaimana jika menggunakan shutter speed sangat rendah? Pada pengaturan kecepatan rana yang rendah membuat kinerja stabilizer kian semakin berat. Alhasil pada kondisi ini fitur stabilizer menjadi tidak ada gunanya, dan Anda sangat membutuhkan tripod.



Yang pasti lensa dengan fitur stabilizer memiliki harga yang lebih mahal dibanding tanpa stabilizer. Bahkan beberapa lensa memiliki harga yang terpaut sangat jauh. Selain itu juga akan lebih boros baterai karena stabilizer memiliki mekanik yang dijalankan dengan power baterai. [ALX]

sumber : http://portal.paseban.com/review/148761/stabilizer-kamera
Mengenal Fungsi Stabilizer Kamera Lensa DSLR
View detail
FUNGSI PAYUNG DAN SOFTBOX dalam FOTOGRAFI

FUNGSI PAYUNG DAN SOFTBOX dalam FOTOGRAFI

“Sedia payung sebelum hujan”, pribahasa itu sering Sobat dengar kan? Namun bukan payung itu yang akan kita bahas sekarang, tapi Payung khusus untuk fotografer yang mungkin Sobatpun sudah tidak asing lagi. Payung ini membantu para fotografer dalam aspek pencahayaan fotografi terutama untuk pemotretan di dalam ruangan.
Payung adalah alat yang dapat membantu bagi Sobat yang serius dalam dunia fotografi. Secara khusus, payung ini membantu Sobat dalam mendapatkan gambar yang profesional. Dengan menggunakan payung cahaya akan menyebar sehingga memungkinkan Sobat untuk mencapai pencahayaan lembut dalam gambar Sobat. Jadi, payung tidak membiarkan cahaya secara langsung untuk fokus pada subjek, tetapi payung memantulkan cahaya dan menyebarkannya. Hasilnya adalah gambar yang lebih jelas dengan bayangan lembut atau tidak ada bayangan sama sekali.
Pada dasarnya, ada dua warna payung dapat Sobat gunakan pada saat pemotretan. Yaitu hitam/perak dan putih, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
payung putih biasanya digunakan untuk untuk fotografi indoor. Untuk menggunakannya, Sobat harus menembak cahaya secara langsung melalui payung untuk mendapatkan gambar yang lembut. Ada juga teknik lain yang harus Sobat ingat. Untuk menghilangkan bayangan, misalnya, Sobat harus menempatkan payung dalam posisi yang akan menempatkan bayangan di belakang subjek Anda. Taktik ini biasanya digunakan untuk memfoto potret.
Payung hitam / perak,  berfungsi untuk mencerahkan subjek Sobat.Payung Ini adalah kombinasi antara hitam pada bagian luar dan perak pada bagian dalam. dengan jenis payung ini, cahaya langsung mengarah pada bagian perak sehingga mencerahkan subjek. Meskipun cahaya diarahkan pada subjek, payung membantu mendapatkan gambar yang bersih.
Untuk gambar lebih cerah, teknik terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi antara payung putih dan hitam silver. Ini akan memungkinkan Anda untuk menghilangkan bayangan dan membuat subjek Anda terlihat bercahaya. Tips yang baik adalah dengan menggunakan payung hitam/perak sebagai sumber utama cahaya dan kemudian menggunakan payung putih untuk menyebarkan cahaya untuk mendapatkan gambar yang lebih lembut.
Sangat penting untuk dicatat bahwa bagi Sobat-sobat yang ingin gambar-gambar hasil jepretnya terlihat lebih kreatif, hanya menggunakan flash built-in bukanlah ide yang baik. Alasannya adalah bahwa hal itu dapat menciptakan bayangan dan dapat membuat subjek akan terlihat satu-dimensi. Tetapi jika Sobat mencoba untuk memindahkan sumber cahaya dari subjek Sobat dan gunakan payung atau jenis lain dari diffuser, Sobat dapat menciptakan cahaya lembut dan mencapai foto yang lebih jelas.
Perlu diingat bahwa ukuran subjek dan sumber cahaya mempengaruhi kerasnya bayangan. Dengan kata lain, cahaya keras adalah hasil dari subjek kecil dan sumber cahaya kecil sementara lightsource besar akan memberikan cahaya lembut untuk subjek Sobat.
Jika Sobat senang menghemat energi, Sobat dapat menggunakan LED dan neon. Alat ini adalah alternatif yang bagus untuk hot light dan sangat ideal untuk video HD dan digital stills. (/ch)
 Liat ulasan Joan Francois O’kane dalam video berikut ini:


sumber : http://weddingkumagazine.wordpress.com/2012/01/01/fungsi-payung-pada-fotografi/
“Sedia payung sebelum hujan”, pribahasa itu sering Sobat dengar kan? Namun bukan payung itu yang akan kita bahas sekarang, tapi Payung khusus untuk fotografer yang mungkin Sobatpun sudah tidak asing lagi. Payung ini membantu para fotografer dalam aspek pencahayaan fotografi terutama untuk pemotretan di dalam ruangan.
Payung adalah alat yang dapat membantu bagi Sobat yang serius dalam dunia fotografi. Secara khusus, payung ini membantu Sobat dalam mendapatkan gambar yang profesional. Dengan menggunakan payung cahaya akan menyebar sehingga memungkinkan Sobat untuk mencapai pencahayaan lembut dalam gambar Sobat. Jadi, payung tidak membiarkan cahaya secara langsung untuk fokus pada subjek, tetapi payung memantulkan cahaya dan menyebarkannya. Hasilnya adalah gambar yang lebih jelas dengan bayangan lembut atau tidak ada bayangan sama sekali.
Pada dasarnya, ada dua warna payung dapat Sobat gunakan pada saat pemotretan. Yaitu hitam/perak dan putih, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
payung putih biasanya digunakan untuk untuk fotografi indoor. Untuk menggunakannya, Sobat harus menembak cahaya secara langsung melalui payung untuk mendapatkan gambar yang lembut. Ada juga teknik lain yang harus Sobat ingat. Untuk menghilangkan bayangan, misalnya, Sobat harus menempatkan payung dalam posisi yang akan menempatkan bayangan di belakang subjek Anda. Taktik ini biasanya digunakan untuk memfoto potret.
Payung hitam / perak,  berfungsi untuk mencerahkan subjek Sobat.Payung Ini adalah kombinasi antara hitam pada bagian luar dan perak pada bagian dalam. dengan jenis payung ini, cahaya langsung mengarah pada bagian perak sehingga mencerahkan subjek. Meskipun cahaya diarahkan pada subjek, payung membantu mendapatkan gambar yang bersih.
Untuk gambar lebih cerah, teknik terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi antara payung putih dan hitam silver. Ini akan memungkinkan Anda untuk menghilangkan bayangan dan membuat subjek Anda terlihat bercahaya. Tips yang baik adalah dengan menggunakan payung hitam/perak sebagai sumber utama cahaya dan kemudian menggunakan payung putih untuk menyebarkan cahaya untuk mendapatkan gambar yang lebih lembut.
Sangat penting untuk dicatat bahwa bagi Sobat-sobat yang ingin gambar-gambar hasil jepretnya terlihat lebih kreatif, hanya menggunakan flash built-in bukanlah ide yang baik. Alasannya adalah bahwa hal itu dapat menciptakan bayangan dan dapat membuat subjek akan terlihat satu-dimensi. Tetapi jika Sobat mencoba untuk memindahkan sumber cahaya dari subjek Sobat dan gunakan payung atau jenis lain dari diffuser, Sobat dapat menciptakan cahaya lembut dan mencapai foto yang lebih jelas.
Perlu diingat bahwa ukuran subjek dan sumber cahaya mempengaruhi kerasnya bayangan. Dengan kata lain, cahaya keras adalah hasil dari subjek kecil dan sumber cahaya kecil sementara lightsource besar akan memberikan cahaya lembut untuk subjek Sobat.
Jika Sobat senang menghemat energi, Sobat dapat menggunakan LED dan neon. Alat ini adalah alternatif yang bagus untuk hot light dan sangat ideal untuk video HD dan digital stills. (/ch)
 Liat ulasan Joan Francois O’kane dalam video berikut ini:


sumber : http://weddingkumagazine.wordpress.com/2012/01/01/fungsi-payung-pada-fotografi/
FUNGSI PAYUNG DAN SOFTBOX dalam FOTOGRAFI
View detail
Tips Motret Panning

Tips Motret Panning


Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Jangan takut hanya karena ada kata ‘teknik’ diatas, berikut beberapa langkah praktis melakukan panning:
  1. Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
  2. Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
  3. Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
  4. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
  5. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
  6. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
  7. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
  8. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!

sumber : http://belfot.com/tips-melakukan-panning/

Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Jangan takut hanya karena ada kata ‘teknik’ diatas, berikut beberapa langkah praktis melakukan panning:
  1. Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
  2. Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
  3. Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
  4. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
  5. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
  6. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
  7. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
  8. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!

sumber : http://belfot.com/tips-melakukan-panning/
Tips Motret Panning
View detail
SEWA RENTAL KAMERA SEMARANG PALING MURAH | Call 085727336060

SEWA RENTAL KAMERA SEMARANG PALING MURAH | Call 085727336060


RENTAL KAMERA SEMARANG


Telah hadir untuk memenuhi kebutuhan fotografi Anda. Butuh support kamera ? lensa ? lighting ? aksesoris lainnya ? langsung kontak kami, barang akan kami antar ketempat anda. 
Rental Kamera Semarang merupakan one stop rent photography services, semua kebutuhan penunjang fotografi anda ada disini. 
" Mboten Tumbas Tetep Cadas"


----------------------------------------
Contact Us :

Pin : 23510062
Hp : 085727336060
twitter : @rentalkameraSMG

----------------------------------------



RENTAL KAMERA SEMARANG


Telah hadir untuk memenuhi kebutuhan fotografi Anda. Butuh support kamera ? lensa ? lighting ? aksesoris lainnya ? langsung kontak kami, barang akan kami antar ketempat anda. 
Rental Kamera Semarang merupakan one stop rent photography services, semua kebutuhan penunjang fotografi anda ada disini. 
" Mboten Tumbas Tetep Cadas"


----------------------------------------
Contact Us :

Pin : 23510062
Hp : 085727336060
twitter : @rentalkameraSMG

----------------------------------------


SEWA RENTAL KAMERA SEMARANG PALING MURAH | Call 085727336060
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuW-mb4jvZDQVfFE67qk9No8P2fZirfi8t2hhGlcyux8aSqa3YL8guEMLuAnOANJe8iNy4RbbmNZmUhV8BWE1-oJaxSOyJE8hUwY167ZJ5wnKxBj4kPE4pYlcGGxfGJT5XV1OD0OKyYBip/s72-c/asdasd.png
View detail
Review Canon 70D, Sang Penerus 60D

Review Canon 70D, Sang Penerus 60D

Canon telah mengeluarkan seri terbaru Canon 70D, kamera DSLR kelas menengah yang canggih dan handal. Kabarnya Canon EOS 70D memiliki fitur autofokus yang lebih baik dari Canon 7D dengan sensor 20.2 MP APS-C CMOS.


Sekilas tidak ada perbedaan antara Canon EOS 70D vs Canon EOS 60D tapi jika kita perhatikan betul, ada perbedaan yang cukup menonjol antara Canon EOS 70D vs Canon EOS 60D.
Fitur Dual Pixel CMOS AF Technology yang diusung oleh kamera Canon EOS 70D ini kabarnya akan memberikan autofokus yang halus dan akurat saat digunakan untuk merekam video full HD dan menawarkan akusisi yang cepat saat pengambilan gambar pada modus Live View. Fitur ini merupakan fitur paling dibanggakan Canon di EOS 70D adalah autofocus yang lebih canggih, dengan sebutan DUAL PIXEL CMOS AF.


Sistem AF pada 70D mendapat perubahan besar dari sistem 9-point 60D, yakni 19-point dan semuanya bertipe cross-type. Dengan pusat menjadi titik presisi tinggi dual-lintas bila digunakan dengan lensa f/2.8 atau lebih cepat.
Canon memilih untuk membiarkan low pass filter pada 70D, tidak seperti Nikon D7100. Disamping itu, canon EOS 70D ini mengusung prosesor 14-bit DIGIC 5+ dengan rentang ISO 100-12800 bandingkan dengan Canon 60D yang mengusung prosesor Digic 4 dan hanya memiliki rentang ISO 100-6400.
Tak hanya itu, Canon EOS 70D ini juga memiliki kemampuan untuk mengambil gambar dengan resolusi penuh dengan kecepatan 7 frame per detik yang setara dengan 65 gambar berformat JPEG atau 16 gambar dengan format RAW. Bandingkan dengan Canon EOS 60D yang hanya 5.3 frame per detik.
Canon mengklaim bahwa 70D terbaru mereka memungkinan fotografer untuk mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya dan menggunakan fast shutter speed dengan mempertahankan kualitas gambar yang tinggi.
Canon EOS 70D ini datang dengan sensor 20,2 megapiksel yang dikombinasikan dengan viewfinder cerdas yang memungkinkan melacak subyek ketika mereka bergerak dan secara otomatis menyelaraskan framming yang proporsional. Sama dengan pendahulunya, Canon EOS 70D ini juga dibekali konektivitas WiFi.
Baik Canon 60D dan Canon 70D menggunakan jendela bidik pentaprism, tapi jendela bidik Canon 70D kini mencakup 98% dari TKP. Penambahan 2% dari Canon 60D (96%) cukup baik namun tidak sebaik 100% view yang ditawarkan oleh Canon 7D.
Selain itu 70D mengadopsi sejumlah fitur dari pendahulunya :
- Built in flash juga berfungsi sebagai remote untuk flash yang dipakai off body, hal ini hadir pada EOS 650D
- Creative filter sekarang bisa preview secara LIVE, serupa dengan Canon EOS 700D
- 3-inch Touchcreen live view dengan 1 juta dot screen. Anda dapat menggunakan ini untuk membuat perubahan dalam menu, atau menggeser dari gambar ke gambar dan yang menarik, saat memotret menggunakan Live View, titik autofocus dapat diubah melalui touchscreen.
Untuk saat ini, Canon 70D secara signifikan lebih mahal daripada Canon 60D. Harga per Januari 2014 CANON 60d + 18-55mm IS II     Rp8,450,000 dan CANON 70d + 18 55mm IS STM  Wifi Rp12,095,000.

Spesifikasi Canon 60d
-18MP APS-C CMOS sensor
-ISO 100-6400 (expandable to 12,800)
-5.3 fps continuous shooting
-1080p HD video recording with manual controls
-SD / SDHC / SDXC storage
-In-camera raw development
-Subject modes with ‘Ambience Selection’ (Standard, Vivid, Soft, Warm, Intense, Cool, Brighter, Darker and Monochrome)
-In-camera Creative Filters (special effects)
-Fully articulated 3.0″ screen (3:2)

Spesifikasi Canon 70D
-20.2MP APS-C ‘Dual Pixel CMOS AF’ sensor
-DIGIC 5+ image processor
-ISO 100-12800 standard, 25600 expanded
-7fps continuous shooting, burst depth 65 JPEG / 16 Raw
-’Silent’ shutter mode
-1080p30 video recording, stereo sound via external mic
-19-point AF system, all points cross-type, sensitive to -0.5 EV
-63-zone iFCL metering system
-98% viewfinder coverage, 0.95x magnification, switchable gridlines and electronic level display
-Fully-articulated touchscreen, 1040k dot 3″ ClearView II LCD, 3:2 aspect ratio
-Single SD/SDHC/SDXC card slot
-Built-in Wi-Fi
-Single-axis electronic level
-Built-in flash works as off-camera remote flash controller
-AF microadjustment (can be set individually for up to 40 lenses, remembered by lens serial number)
-In-camera High Dynamic Range and Multiple Exposure modes (JPEG-only)
-’Creative Filter’ image processing styles, previewed in live view


Photo : Canon.com
sumber : 


Canon telah mengeluarkan seri terbaru Canon 70D, kamera DSLR kelas menengah yang canggih dan handal. Kabarnya Canon EOS 70D memiliki fitur autofokus yang lebih baik dari Canon 7D dengan sensor 20.2 MP APS-C CMOS.


Sekilas tidak ada perbedaan antara Canon EOS 70D vs Canon EOS 60D tapi jika kita perhatikan betul, ada perbedaan yang cukup menonjol antara Canon EOS 70D vs Canon EOS 60D.
Fitur Dual Pixel CMOS AF Technology yang diusung oleh kamera Canon EOS 70D ini kabarnya akan memberikan autofokus yang halus dan akurat saat digunakan untuk merekam video full HD dan menawarkan akusisi yang cepat saat pengambilan gambar pada modus Live View. Fitur ini merupakan fitur paling dibanggakan Canon di EOS 70D adalah autofocus yang lebih canggih, dengan sebutan DUAL PIXEL CMOS AF.


Sistem AF pada 70D mendapat perubahan besar dari sistem 9-point 60D, yakni 19-point dan semuanya bertipe cross-type. Dengan pusat menjadi titik presisi tinggi dual-lintas bila digunakan dengan lensa f/2.8 atau lebih cepat.
Canon memilih untuk membiarkan low pass filter pada 70D, tidak seperti Nikon D7100. Disamping itu, canon EOS 70D ini mengusung prosesor 14-bit DIGIC 5+ dengan rentang ISO 100-12800 bandingkan dengan Canon 60D yang mengusung prosesor Digic 4 dan hanya memiliki rentang ISO 100-6400.
Tak hanya itu, Canon EOS 70D ini juga memiliki kemampuan untuk mengambil gambar dengan resolusi penuh dengan kecepatan 7 frame per detik yang setara dengan 65 gambar berformat JPEG atau 16 gambar dengan format RAW. Bandingkan dengan Canon EOS 60D yang hanya 5.3 frame per detik.
Canon mengklaim bahwa 70D terbaru mereka memungkinan fotografer untuk mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya dan menggunakan fast shutter speed dengan mempertahankan kualitas gambar yang tinggi.
Canon EOS 70D ini datang dengan sensor 20,2 megapiksel yang dikombinasikan dengan viewfinder cerdas yang memungkinkan melacak subyek ketika mereka bergerak dan secara otomatis menyelaraskan framming yang proporsional. Sama dengan pendahulunya, Canon EOS 70D ini juga dibekali konektivitas WiFi.
Baik Canon 60D dan Canon 70D menggunakan jendela bidik pentaprism, tapi jendela bidik Canon 70D kini mencakup 98% dari TKP. Penambahan 2% dari Canon 60D (96%) cukup baik namun tidak sebaik 100% view yang ditawarkan oleh Canon 7D.
Selain itu 70D mengadopsi sejumlah fitur dari pendahulunya :
- Built in flash juga berfungsi sebagai remote untuk flash yang dipakai off body, hal ini hadir pada EOS 650D
- Creative filter sekarang bisa preview secara LIVE, serupa dengan Canon EOS 700D
- 3-inch Touchcreen live view dengan 1 juta dot screen. Anda dapat menggunakan ini untuk membuat perubahan dalam menu, atau menggeser dari gambar ke gambar dan yang menarik, saat memotret menggunakan Live View, titik autofocus dapat diubah melalui touchscreen.
Untuk saat ini, Canon 70D secara signifikan lebih mahal daripada Canon 60D. Harga per Januari 2014 CANON 60d + 18-55mm IS II     Rp8,450,000 dan CANON 70d + 18 55mm IS STM  Wifi Rp12,095,000.

Spesifikasi Canon 60d
-18MP APS-C CMOS sensor
-ISO 100-6400 (expandable to 12,800)
-5.3 fps continuous shooting
-1080p HD video recording with manual controls
-SD / SDHC / SDXC storage
-In-camera raw development
-Subject modes with ‘Ambience Selection’ (Standard, Vivid, Soft, Warm, Intense, Cool, Brighter, Darker and Monochrome)
-In-camera Creative Filters (special effects)
-Fully articulated 3.0″ screen (3:2)

Spesifikasi Canon 70D
-20.2MP APS-C ‘Dual Pixel CMOS AF’ sensor
-DIGIC 5+ image processor
-ISO 100-12800 standard, 25600 expanded
-7fps continuous shooting, burst depth 65 JPEG / 16 Raw
-’Silent’ shutter mode
-1080p30 video recording, stereo sound via external mic
-19-point AF system, all points cross-type, sensitive to -0.5 EV
-63-zone iFCL metering system
-98% viewfinder coverage, 0.95x magnification, switchable gridlines and electronic level display
-Fully-articulated touchscreen, 1040k dot 3″ ClearView II LCD, 3:2 aspect ratio
-Single SD/SDHC/SDXC card slot
-Built-in Wi-Fi
-Single-axis electronic level
-Built-in flash works as off-camera remote flash controller
-AF microadjustment (can be set individually for up to 40 lenses, remembered by lens serial number)
-In-camera High Dynamic Range and Multiple Exposure modes (JPEG-only)
-’Creative Filter’ image processing styles, previewed in live view


Photo : Canon.com
sumber : 


Review Canon 70D, Sang Penerus 60D
View detail
Sewa Paket Studio Foto Murah

Sewa Paket Studio Foto Murah

Halo halo halo, apakabar pemirsa Rental Kamera Semarang yang budiman :D
Bulan ini telah datang alat baru untuk memenuhi kebutuhan teman teman sekalian dalam foto indoor yang memerlukan lampu studio dan aksesorisnya.
Kami, Rental Kamera Semarang menyediakan paket lengkap Studio foto tinggal jepret :D

Paket ini terdiri dari :

1. 2x Starlite SL-250 N Studio Flash
2. 2x Softbox N 60 x 90
3. 2x Light Stand 280
4. 1x Studio Flash Carring Bag
5. 1x Light Stand Carring Bag
6. 1x Standard Reflector
7. 1 Pasang Radio Slave


Untuk penyewaan paket studio ini dan disertai dengan sewa kamera dan lensa kami akan memberikan bonus FREE SETTING di rumah / venue Anda, sehingga sekali lagi Anda tidak perlu repot, cukup tinggal jepret ;)


Untuk info dan pemesanan :

hp : 085727336060
pin : 23510062
twitter : @rentalkameraSMG
FB : rentalkameraSMG


Halo halo halo, apakabar pemirsa Rental Kamera Semarang yang budiman :D
Bulan ini telah datang alat baru untuk memenuhi kebutuhan teman teman sekalian dalam foto indoor yang memerlukan lampu studio dan aksesorisnya.
Kami, Rental Kamera Semarang menyediakan paket lengkap Studio foto tinggal jepret :D

Paket ini terdiri dari :

1. 2x Starlite SL-250 N Studio Flash
2. 2x Softbox N 60 x 90
3. 2x Light Stand 280
4. 1x Studio Flash Carring Bag
5. 1x Light Stand Carring Bag
6. 1x Standard Reflector
7. 1 Pasang Radio Slave


Untuk penyewaan paket studio ini dan disertai dengan sewa kamera dan lensa kami akan memberikan bonus FREE SETTING di rumah / venue Anda, sehingga sekali lagi Anda tidak perlu repot, cukup tinggal jepret ;)


Untuk info dan pemesanan :

hp : 085727336060
pin : 23510062
twitter : @rentalkameraSMG
FB : rentalkameraSMG


Sewa Paket Studio Foto Murah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhipYsbaq9zGOGVr3G-WUZ9Qldrmhd4c8EpyC5ZXXUz63jjJ7bpLghFGfvfqdMLBCub-UK61hppmLH2iR4ddL2QXjZbNdvgF_LqJzlfrv_sMStJAG58gNcpU2oJSgI5DN1-JZAFesBk1zO3/s72-c/starlite.jpg
View detail
Perbandingan kamera DSLR pemula Canon 1100D vs Nikon D3100

Perbandingan kamera DSLR pemula Canon 1100D vs Nikon D3100

Perbandingan kamera DSLR kali ini mungkin adalah yang paling dinanti-nantikan pembaca yang baru ingin masuk ke ranah fotografi digital SLR baik untuk hobi, atau yang ingin menekuni fotografi sebagai profesi. Apalagi saat ini sudah dekat dengan liburan akhir tahun 2013.
Canon 1100D dan Nikon D3100, keduanya adalah kamera DSLR tingkat dasar dan ditujukan kepada pengguna DSLR pemula atau yang anggarannya tidak terlalu besar. Kedua kamera DSLR ini termasuk yang paling murah dipasaran saat ini yaitu dibawah lima juta Rupiah.
Tidak ada kamera yang sempurna, oleh sebab itu saya akan ulas kelebihan dan kekurangan masing-masing kamera tanpa basa basi. Kalau meneliti dari kualitas foto yang dihasilkan, Nikon D3100 sedikit lebih unggul, baik dalam detail yang ditangkap maupun pemotretan di kondisi gelap dengan ISO tinggi. Selain prosesor dan image sensor kamera yang kualitasnya sedikit lebih baik, kualitas lensa Nikkor juga sedikit lebih baik.


Kinerja kecepatan foto berturut-turut Nikon D3100 sama cepatnya dengan Canon 1100D, tapi buffer (memory penampungan) Nikon D3100 lebih besar, sehingga mampu merekam sampai 15 foto jenis RAW sebelum menjadi pelan. Sedangkan Canon 1100D hanya bisa memotret 6 foto RAW berturut-turut dan kemudian menjadi 1.2 foto berturut-turut.
Keunggulan D3100 juga terletak di beberapa hal lain yaitu ukuran layar LCD yang sedikit lebih besar (2.7 vs 3 inci), dapat merekam video dengan kualitas FULL HD (1080) sedangkan Canon 1100D hanya dapat merekam paling tinggi HD (720), memiliki fitur spot metering, dan pengaturan AUTO ISO yang lebih akurat dan bisa dikustomisasi. Bagi pemula, ada Guide mode yang membantu kita menyeting kamera sesuai dengan subjek atau kondisi kita memotret.
Jika dipegang, fisik badan kamera Nikon D3100 juga terasa lebih kokoh, ada juga lapisan karet tipis yang membuat sedikit lebih nyaman saat memegangnya, sedangkan fisik badan Canon 1100D hampir keseluruhannya dilapisi bahan plastik yang kualitasnya lebih rendah.
Sampai disini kesannya Nikon D3100 akan menang KO dengan mudah. Tapi tunggu dulu, Canon 1100D juga punya beberapa kelebihan.
Salah satu kelebihan utama Canon 1100D adalah harganya lebih tinggi sekitar 500 ribu sampai 1 juta. Tidak seperti Nikon D3100, Canon 1100D cocok dengan berbagai lensa Canon EOS, sedangkan Nikon D3100 tidak memiliki motor fokus di badan kamera, sehingga saat memakai lensa Nikkor lama, tidak bisa autofokus. Memang saat ini sudah banyak lensa Nikkor yang memiliki motor fokus (lensa AF-S) yang kualitasnya lebih baik daripada lensa lama, tapi harganya juga lebih tinggi. Bagi yang anggarannya pas-pasan, Canon 1100D tentunya lebih pas.


Selain itu, kinerja Canon 1100D sebenarnya tidak mengecewakan, kecepatan saat buka tutup kamera sedikit lebih cepat, kapasitas baterai juga lebih besar daripada Nikon. Di mode live view (untuk foto/video), informasi di layar lebih banyak dan jelas. Perbesarannya juga lebih detail, meskipun ukuran layar LCD-nya sedikit lebih kecil.
Mungkin yang paling unggul dari Canon 1100D adalah tombol-tombol akses langsungnya lebih banyak, sehingga mengubah setting kamera lebih cepat dari pengguna Nikon D3100 yang sering kali harus mencari setting yang diinginkan di dalam menu yang cukup dalam. Menu kamera DSLR Nikon pada umumnya menurut saya tidak seteratur menu di kamera DSLR Canon.
Nah, mana yang oke? Secara umum, menurut saya kamera DSLR Nikon D3100 lebih baik dari Canon 1100D. Tapi kalau soal cocok tidak cocok, tentunya itu berpulang dari kesukaan dan anggaran masing-masing.

Sumber: 
http://www.infofotografi.com/blog/2013/10/perbandingan-kamera-dslr-pemula-canon-1100d-vs-nikon-d3100/



Rental kamera semarang


Perbandingan kamera DSLR kali ini mungkin adalah yang paling dinanti-nantikan pembaca yang baru ingin masuk ke ranah fotografi digital SLR baik untuk hobi, atau yang ingin menekuni fotografi sebagai profesi. Apalagi saat ini sudah dekat dengan liburan akhir tahun 2013.
Canon 1100D dan Nikon D3100, keduanya adalah kamera DSLR tingkat dasar dan ditujukan kepada pengguna DSLR pemula atau yang anggarannya tidak terlalu besar. Kedua kamera DSLR ini termasuk yang paling murah dipasaran saat ini yaitu dibawah lima juta Rupiah.
Tidak ada kamera yang sempurna, oleh sebab itu saya akan ulas kelebihan dan kekurangan masing-masing kamera tanpa basa basi. Kalau meneliti dari kualitas foto yang dihasilkan, Nikon D3100 sedikit lebih unggul, baik dalam detail yang ditangkap maupun pemotretan di kondisi gelap dengan ISO tinggi. Selain prosesor dan image sensor kamera yang kualitasnya sedikit lebih baik, kualitas lensa Nikkor juga sedikit lebih baik.


Kinerja kecepatan foto berturut-turut Nikon D3100 sama cepatnya dengan Canon 1100D, tapi buffer (memory penampungan) Nikon D3100 lebih besar, sehingga mampu merekam sampai 15 foto jenis RAW sebelum menjadi pelan. Sedangkan Canon 1100D hanya bisa memotret 6 foto RAW berturut-turut dan kemudian menjadi 1.2 foto berturut-turut.
Keunggulan D3100 juga terletak di beberapa hal lain yaitu ukuran layar LCD yang sedikit lebih besar (2.7 vs 3 inci), dapat merekam video dengan kualitas FULL HD (1080) sedangkan Canon 1100D hanya dapat merekam paling tinggi HD (720), memiliki fitur spot metering, dan pengaturan AUTO ISO yang lebih akurat dan bisa dikustomisasi. Bagi pemula, ada Guide mode yang membantu kita menyeting kamera sesuai dengan subjek atau kondisi kita memotret.
Jika dipegang, fisik badan kamera Nikon D3100 juga terasa lebih kokoh, ada juga lapisan karet tipis yang membuat sedikit lebih nyaman saat memegangnya, sedangkan fisik badan Canon 1100D hampir keseluruhannya dilapisi bahan plastik yang kualitasnya lebih rendah.
Sampai disini kesannya Nikon D3100 akan menang KO dengan mudah. Tapi tunggu dulu, Canon 1100D juga punya beberapa kelebihan.
Salah satu kelebihan utama Canon 1100D adalah harganya lebih tinggi sekitar 500 ribu sampai 1 juta. Tidak seperti Nikon D3100, Canon 1100D cocok dengan berbagai lensa Canon EOS, sedangkan Nikon D3100 tidak memiliki motor fokus di badan kamera, sehingga saat memakai lensa Nikkor lama, tidak bisa autofokus. Memang saat ini sudah banyak lensa Nikkor yang memiliki motor fokus (lensa AF-S) yang kualitasnya lebih baik daripada lensa lama, tapi harganya juga lebih tinggi. Bagi yang anggarannya pas-pasan, Canon 1100D tentunya lebih pas.


Selain itu, kinerja Canon 1100D sebenarnya tidak mengecewakan, kecepatan saat buka tutup kamera sedikit lebih cepat, kapasitas baterai juga lebih besar daripada Nikon. Di mode live view (untuk foto/video), informasi di layar lebih banyak dan jelas. Perbesarannya juga lebih detail, meskipun ukuran layar LCD-nya sedikit lebih kecil.
Mungkin yang paling unggul dari Canon 1100D adalah tombol-tombol akses langsungnya lebih banyak, sehingga mengubah setting kamera lebih cepat dari pengguna Nikon D3100 yang sering kali harus mencari setting yang diinginkan di dalam menu yang cukup dalam. Menu kamera DSLR Nikon pada umumnya menurut saya tidak seteratur menu di kamera DSLR Canon.
Nah, mana yang oke? Secara umum, menurut saya kamera DSLR Nikon D3100 lebih baik dari Canon 1100D. Tapi kalau soal cocok tidak cocok, tentunya itu berpulang dari kesukaan dan anggaran masing-masing.

Sumber: 
http://www.infofotografi.com/blog/2013/10/perbandingan-kamera-dslr-pemula-canon-1100d-vs-nikon-d3100/



Rental kamera semarang


Perbandingan kamera DSLR pemula Canon 1100D vs Nikon D3100
View detail
Tips Merawat Kamera dan Lensa

Tips Merawat Kamera dan Lensa

Kamera digital seperti halnya barang elektronik konsumen lainnya, membutuhkan perawatan ekstra. Mereka memiliki komponen sensitif yang mudah rusak kalau kita ceroboh memegangnya. Berikut beberapa hal praktis agar kamera dan lensa anda lebih awet:

  1. Kecuali kalau kamera atau lensa anda jelas-jelas dinyatakan waterproof atauweather sealed, jauhkan mereka dari air dan basah. Air bisa menimbulkan kelembaban didalam internal kamera dan bisa membuat komponen internal rusak. Kamera weather sealed juga bukan berarti anda bisa memasukannya ke air.
  2. Batere lithium-ion biasanya bertahan dalam 500 kali siklus recharge sebelum kerjanya mulai menyusut, kalau memang sudah waktunya jangan kaget kalau memang minta ganti. Buang sampah batere ditempat khusus (meskipun pengelolaan sampah kita tidak pernah memisahkan jenis limbah apapaun). Baca juga tips agar konsumsi baterai kamera lebih awet.
  3. Selalu jaga kebersihan lensa. Saat membersihkan lensa, jangan langsung semprotkan cairan pembersih ke lensa, semprotkan dulu ke lap microfiber sedikit saja lalu baru usapkan lap microfiber tersebut ke lensa. Anda bisa membeli lap microfiber di swalayan besar.
  4. Matikan kamera sebelum mengeluarkan batere atau memory card dan saat anda mencolokkan ke komputer, kamera memiliki komputer didalamnya dan bisa jadi tidak tahan terhadap perubahan arus listrik secara mendadak.
  5. Strap kamera ada agar kamera anda tidak gampang jatuh dengan tidak sengaja, kalau memang merasa tidak nyaman memakai strap bawaan, belilah yang lebih nyaman. Baca juga cara paling aman saat menggantungkan kamera di pundak
  6. Hindari meninggalkan kamera didalam mobil dalam waktu yang lama apalagi jika mobilnya terkena panas matahari langsung. Kamera memiliki rentang suhu aman dan akumulasi panas didalam mobil beresiko melebihi rentang tadi.
  7. Kandungan garam dilaut bersifat korosif bagi komponen logam yang ada di dalam kamera maupun lensa sehingga berpotensi menghasilkan karat. Setelah memotret di dekat laut, bersihkan kamera dengan lap yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan sisa garam yang menempel di kamera, sedikit saja jangan terlalu banyak. Setelah itu lap lagi dengan lap hingga benar-benar kering. Baca cara mencegah munculnya kabut di lensa
  8. Kamera dan lensa memiliki bagian bergerak seperti tombol, dial, engsel pintu batere dan memory card, focusing ring dan putaran zoom lensa. Kalau ada yang macet jangan diputar atau dibuka dengan paksa. Kalau memang tidak paham, bawa ke teman yang paham atau bawa ke service center. Kalau dipaksa bisa jadi ada bagian yang patah.
  9. Baca tips mengganti lensa DSLR saat anda memotret diluar ruangan untuk meminimalkan resiko kemasukan debu.
  10. Periksa ada tidaknya debu di sensor kamera DSLR anda , kalau memang terdeteksi ada, gunakan blower. Jika blower tidak bisa menghilangkan debu, bawa ke service center.
  11. Simpan kamera di tempat yang kering dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Kalau memang ada budget, beli dry box atau dry cabinet sehingga kita bisa mengontrol tingkat kelembaban. Alternatif murah adalah memakaisilica gel. Baca tips menyimpan kamera dan lensa agar bebas dari lembab.


SUMBER : http://belfot.com/11-tips-merawat-kamera-lensa-awet/

--------------------------------------------------------
RENTAL KAMERA SEMARANG
rentalkamerasemarang.blogspot.com
@rentalkameraSMG

085727336060
Kamera digital seperti halnya barang elektronik konsumen lainnya, membutuhkan perawatan ekstra. Mereka memiliki komponen sensitif yang mudah rusak kalau kita ceroboh memegangnya. Berikut beberapa hal praktis agar kamera dan lensa anda lebih awet:

  1. Kecuali kalau kamera atau lensa anda jelas-jelas dinyatakan waterproof atauweather sealed, jauhkan mereka dari air dan basah. Air bisa menimbulkan kelembaban didalam internal kamera dan bisa membuat komponen internal rusak. Kamera weather sealed juga bukan berarti anda bisa memasukannya ke air.
  2. Batere lithium-ion biasanya bertahan dalam 500 kali siklus recharge sebelum kerjanya mulai menyusut, kalau memang sudah waktunya jangan kaget kalau memang minta ganti. Buang sampah batere ditempat khusus (meskipun pengelolaan sampah kita tidak pernah memisahkan jenis limbah apapaun). Baca juga tips agar konsumsi baterai kamera lebih awet.
  3. Selalu jaga kebersihan lensa. Saat membersihkan lensa, jangan langsung semprotkan cairan pembersih ke lensa, semprotkan dulu ke lap microfiber sedikit saja lalu baru usapkan lap microfiber tersebut ke lensa. Anda bisa membeli lap microfiber di swalayan besar.
  4. Matikan kamera sebelum mengeluarkan batere atau memory card dan saat anda mencolokkan ke komputer, kamera memiliki komputer didalamnya dan bisa jadi tidak tahan terhadap perubahan arus listrik secara mendadak.
  5. Strap kamera ada agar kamera anda tidak gampang jatuh dengan tidak sengaja, kalau memang merasa tidak nyaman memakai strap bawaan, belilah yang lebih nyaman. Baca juga cara paling aman saat menggantungkan kamera di pundak
  6. Hindari meninggalkan kamera didalam mobil dalam waktu yang lama apalagi jika mobilnya terkena panas matahari langsung. Kamera memiliki rentang suhu aman dan akumulasi panas didalam mobil beresiko melebihi rentang tadi.
  7. Kandungan garam dilaut bersifat korosif bagi komponen logam yang ada di dalam kamera maupun lensa sehingga berpotensi menghasilkan karat. Setelah memotret di dekat laut, bersihkan kamera dengan lap yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan sisa garam yang menempel di kamera, sedikit saja jangan terlalu banyak. Setelah itu lap lagi dengan lap hingga benar-benar kering. Baca cara mencegah munculnya kabut di lensa
  8. Kamera dan lensa memiliki bagian bergerak seperti tombol, dial, engsel pintu batere dan memory card, focusing ring dan putaran zoom lensa. Kalau ada yang macet jangan diputar atau dibuka dengan paksa. Kalau memang tidak paham, bawa ke teman yang paham atau bawa ke service center. Kalau dipaksa bisa jadi ada bagian yang patah.
  9. Baca tips mengganti lensa DSLR saat anda memotret diluar ruangan untuk meminimalkan resiko kemasukan debu.
  10. Periksa ada tidaknya debu di sensor kamera DSLR anda , kalau memang terdeteksi ada, gunakan blower. Jika blower tidak bisa menghilangkan debu, bawa ke service center.
  11. Simpan kamera di tempat yang kering dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Kalau memang ada budget, beli dry box atau dry cabinet sehingga kita bisa mengontrol tingkat kelembaban. Alternatif murah adalah memakaisilica gel. Baca tips menyimpan kamera dan lensa agar bebas dari lembab.


SUMBER : http://belfot.com/11-tips-merawat-kamera-lensa-awet/

--------------------------------------------------------
RENTAL KAMERA SEMARANG
rentalkamerasemarang.blogspot.com
@rentalkameraSMG

085727336060
Tips Merawat Kamera dan Lensa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8oFFq2vsWTweKRJqICXfjqcBq5rpLHZTCPiiwtsK94wgxPJannGCRlEiTt1h8WjHWTXCYNJzqb7vgIJEh17TtSHjfRuq8XdfAm-m3X5JvIebC1CBg7SFxQxxRIVpvqh__SnLyVBPIk_WL/s72-c/7d-front-icon.png
View detail
Kamera DSLR : Full Frame vs Crop

Kamera DSLR : Full Frame vs Crop

Seperti anda tahu, kamera digital adalah perkembangan dari kamera film. Dan di jaman film, kamera SLR hanya mengenal satu ukuran film: 24mm x 36mm. Dijaman digital SLR, kamera menggunakan sekeping sensor untuk menggantikan fungsi film. Yang sering bikin bingun adalah, ukuran sensor yang dipakai di kamera DSLR berbeda-beda. Kamera DSLR memiliki dua versi utama: kamera full frame dan kamera crop (APSC dan Four Third). Artikel ini akan mencoba menjelaskan perbedaan diantara kamera DSLR full frame dan crop.


Kamera DSLR Full Frame
Adalah Contax yang pertama kali mencoba membuat kamera DSLR dengan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film (24 x 36mm) dengan Contax N Digital. Karena penjualannya tidak memenuhi harapan, COntax akhirnya menghentikan produksi kamera ini. Canon menyusul setahun kemudian, di tahun 2002, dengan kamera DSLR full frame mereka; Canon EOS 1Ds yang disegi penjualan berbeda nasibnya dengan Contax
Canon pula-lah yang memperkenalkan istilah full-frame di kamera tersebut untuk membedakan dengan kamera bersensor lebih kecil. Jadi pada intinya, kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film, yakni 24x36mm.
Di Canon kamera full frame adalah Canon EOS 1Dx atau 5D Mark III, Nikon adalah Nikon D3 dan D4 atau Nikon D800 dan D700. Sementara Sony mengeluarkan kamera full frame bernama Sony Alpha A900.


Kamera DSLR Crop atau APS-C
Pada intinya kamera DSLR crop adalah kamera yang menggunakan ukuran sensor lebih kecil dibanding ukuran film dengan faktor pemotongan (crop factor) sekitar 1.5 atau 1.6 untuk kelas APS-C atau 2 kali untuk kelas Four Third. (Silahkan baca lebih jelas mengenai crop factor disini).
Di Nikon kamera crop ditandai dengan notasi DX sementara Canon tidak memberi notasi khusus, namun selain seri EOS 1D dan 5D Mark, semua jenis kamera DSLR Canon adalah kamera crop. Sementara kamera four third diproduksi oleh Olympus dan Panasonic.

Apa Saja Kelebihan Kamera Full Frame Dibanding Kamera Full Frame?
Dengan menggunakan sensor yang ukuran fisiknya lebih gede, ada beberapa keunggulan kamera full frame, diantaranya:
  1. Foto dari kamera full frame lebih sedikit noise, gampangnya begini: kamera full frame dengan sensor yang lebih besar memiliki lebih banyak komponen peka cahaya, dan karena lebih peka maka di kondisi gelap mereka melihat lebih jelas dibandingkan kamera dengan sensor berukuran lebih kecil.
  2. Kamera full frame memiliki detail foto yang lebih banyak, hal ini berkaitan dengan lebih banyak komponen peka cahaya seperti diterangkan diatas.
  3. Kamera full frame memiliki ruang tajam lebih sempit, ruang tajam alias depth of field (DOF) memiliki hubungan terbalik dengan ukuran sensor, jadi kamera full frame memilki DOF yang lebih sempit dibanding kamera crop untuk panjang focal yang sama. DOF yang sempit memungkinkan kita bisa membuat foto dengan bokeh yang lebih oke (lihat foto dibanwah ini).
  4. Memiliki viewfinder lebih besar dan lebih cerah, hampir semua kamera full frame memiliki viewfinder yang lebih besar dan lebih cerah dibanding kamera crop. Hal ini memudahkan kita dalam mengkomposisi foto.
  5. Full frame lebih enak saat memotret wide, lensa 10mm saat dipakai di kamera full frame tetaplah lensa 10mm, namun saat dipakai dikamera crop akan menjadi lensa 15mm (crop 1,5 kali), jadi tidak bisa selebar saat di full frame


Foto sebelah kiri dengan kamera crop dan sebelah kanan dengan full frame, keduanya memakai aperture sama dan lensa sama, bagus mana bokehnya?
Adakah Keuntungan Kamera Crop?
Kamera full frame memang menggoda, namun jangan terburu nafsu karena kamera crop juga memilki kelebihan tersendiri:
  1. Kamera crop lebih terjangkau harganya, sekedar perbandingan kamera full frame terbaru dan termurah Canon EOS 5D Mark III saat ini dijual dengan harga Rp 29 juta sekian sekian, sementara kamera crop termahal merk Canon hanya berharga separuhnya.
  2. Kamera crop bisa memakai lensa full frame, sementara kamera full frame hanya bisa memakai lensa khususs full frame (FX atau EF). Saat dipasang lensa DX atau EF-S, maka foto yang dihasilkan kamera full frame akan terpotong, jadinya crop juga.
  3. Kamera crop lebih enteng, karena komponen sensor lebih kecil maka komponen lainnya juga otomatis lebih kecil sehingga kamera crop lebih ringan ditangan
  4. Kamera crop memperpanjang focal length lensa, sebuah lensa 200mm saat dipasang ke kamera EOS 7D dengan faktor crop 1,6 akan menjadi 320mm, enak saat kita memotret yang jauh-jauh alias tele.



Seperti anda tahu, kamera digital adalah perkembangan dari kamera film. Dan di jaman film, kamera SLR hanya mengenal satu ukuran film: 24mm x 36mm. Dijaman digital SLR, kamera menggunakan sekeping sensor untuk menggantikan fungsi film. Yang sering bikin bingun adalah, ukuran sensor yang dipakai di kamera DSLR berbeda-beda. Kamera DSLR memiliki dua versi utama: kamera full frame dan kamera crop (APSC dan Four Third). Artikel ini akan mencoba menjelaskan perbedaan diantara kamera DSLR full frame dan crop.


Kamera DSLR Full Frame
Adalah Contax yang pertama kali mencoba membuat kamera DSLR dengan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film (24 x 36mm) dengan Contax N Digital. Karena penjualannya tidak memenuhi harapan, COntax akhirnya menghentikan produksi kamera ini. Canon menyusul setahun kemudian, di tahun 2002, dengan kamera DSLR full frame mereka; Canon EOS 1Ds yang disegi penjualan berbeda nasibnya dengan Contax
Canon pula-lah yang memperkenalkan istilah full-frame di kamera tersebut untuk membedakan dengan kamera bersensor lebih kecil. Jadi pada intinya, kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film, yakni 24x36mm.
Di Canon kamera full frame adalah Canon EOS 1Dx atau 5D Mark III, Nikon adalah Nikon D3 dan D4 atau Nikon D800 dan D700. Sementara Sony mengeluarkan kamera full frame bernama Sony Alpha A900.


Kamera DSLR Crop atau APS-C
Pada intinya kamera DSLR crop adalah kamera yang menggunakan ukuran sensor lebih kecil dibanding ukuran film dengan faktor pemotongan (crop factor) sekitar 1.5 atau 1.6 untuk kelas APS-C atau 2 kali untuk kelas Four Third. (Silahkan baca lebih jelas mengenai crop factor disini).
Di Nikon kamera crop ditandai dengan notasi DX sementara Canon tidak memberi notasi khusus, namun selain seri EOS 1D dan 5D Mark, semua jenis kamera DSLR Canon adalah kamera crop. Sementara kamera four third diproduksi oleh Olympus dan Panasonic.

Apa Saja Kelebihan Kamera Full Frame Dibanding Kamera Full Frame?
Dengan menggunakan sensor yang ukuran fisiknya lebih gede, ada beberapa keunggulan kamera full frame, diantaranya:
  1. Foto dari kamera full frame lebih sedikit noise, gampangnya begini: kamera full frame dengan sensor yang lebih besar memiliki lebih banyak komponen peka cahaya, dan karena lebih peka maka di kondisi gelap mereka melihat lebih jelas dibandingkan kamera dengan sensor berukuran lebih kecil.
  2. Kamera full frame memiliki detail foto yang lebih banyak, hal ini berkaitan dengan lebih banyak komponen peka cahaya seperti diterangkan diatas.
  3. Kamera full frame memiliki ruang tajam lebih sempit, ruang tajam alias depth of field (DOF) memiliki hubungan terbalik dengan ukuran sensor, jadi kamera full frame memilki DOF yang lebih sempit dibanding kamera crop untuk panjang focal yang sama. DOF yang sempit memungkinkan kita bisa membuat foto dengan bokeh yang lebih oke (lihat foto dibanwah ini).
  4. Memiliki viewfinder lebih besar dan lebih cerah, hampir semua kamera full frame memiliki viewfinder yang lebih besar dan lebih cerah dibanding kamera crop. Hal ini memudahkan kita dalam mengkomposisi foto.
  5. Full frame lebih enak saat memotret wide, lensa 10mm saat dipakai di kamera full frame tetaplah lensa 10mm, namun saat dipakai dikamera crop akan menjadi lensa 15mm (crop 1,5 kali), jadi tidak bisa selebar saat di full frame


Foto sebelah kiri dengan kamera crop dan sebelah kanan dengan full frame, keduanya memakai aperture sama dan lensa sama, bagus mana bokehnya?
Adakah Keuntungan Kamera Crop?
Kamera full frame memang menggoda, namun jangan terburu nafsu karena kamera crop juga memilki kelebihan tersendiri:
  1. Kamera crop lebih terjangkau harganya, sekedar perbandingan kamera full frame terbaru dan termurah Canon EOS 5D Mark III saat ini dijual dengan harga Rp 29 juta sekian sekian, sementara kamera crop termahal merk Canon hanya berharga separuhnya.
  2. Kamera crop bisa memakai lensa full frame, sementara kamera full frame hanya bisa memakai lensa khususs full frame (FX atau EF). Saat dipasang lensa DX atau EF-S, maka foto yang dihasilkan kamera full frame akan terpotong, jadinya crop juga.
  3. Kamera crop lebih enteng, karena komponen sensor lebih kecil maka komponen lainnya juga otomatis lebih kecil sehingga kamera crop lebih ringan ditangan
  4. Kamera crop memperpanjang focal length lensa, sebuah lensa 200mm saat dipasang ke kamera EOS 7D dengan faktor crop 1,6 akan menjadi 320mm, enak saat kita memotret yang jauh-jauh alias tele.



Kamera DSLR : Full Frame vs Crop
View detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sewa Kamera Semarang Murah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger